#babybuystory – 12weeks

 

positive(s)

positive(s)

Hey there!

Tidak ada lagi yang bisa diucapkan selain “terima kasih Tuhan!” Saya dan Yan memang tidak menunda tapi juga tidak memburu-buru masalah kehamilan. “Ya, dikasihnya Tuhan ajalah” yang selalu kami ucapkan ketika ditanya udah isi atau belum. Suatu hari di akhir bulan Januari 2016, saya telat menstruasi. Sirkulasi menstruasi saya cukup baik, sehingga jarang sekali telat. Iseng beli testpack, dan mencoba di pagi hari. Muncul garis tipis yang kedua. Well, bisa dikatakan saat itu reaksi saya bukannya happy malah panik hahaha.. Suamipun juga reaksinya “harusnya sih ini positif ya”. Karena saya anaknya ga sabar, siangnya saya test lagi dengan alat yang berbeda dan ya hasilnya tetap 2 garis. Tanpa menunggu lama saya ke RS bersama ibu saya. Dokter masih ragu saat itu karena saat USG titik hitamnya masih kecil nyaris tidak terlihat, disuruh kembali 3 minggu lagi. Saat itu saya belum sepenuhnya percaya juga jadinya, alhasil belum bilang sama siapapun kecuali keluarga inti.

Sayangnya, tidak lama setelah itu saya demam dan flu, karena kemungkinan hamil, sebaiknya memang tidak minum obat yang sembarangan, sehingga saya memutuskan untuk pergi ke RS lagi tapi RS yang berbeda, RSIA Asih. Barulah disana saya dinyatakan sudah hamil 4 minggu dan si titik hitam itu juga lebih terlihat dibanding USG sebelumnya. Puji Tuhan! Oiya dokter obgyn saya dr. Krisna Mukti, yang 26 tahun lalu membantu mama saya melahirkan saya (iya udah grandpa tapi masih gagah dan berkharisma banget loh).

si bayi kacang

si bayi kacang

Awalnya, saya sempat ketakutan melihat beberapa artikel dan mendengar cerita kalau trimester pertama pasti akan morning sickness, mual-mual bahkan sampai muntah dan susah makan. Tapi sekali lagi saya bersyukur karena trimester pertama saya berjalan cukup baik, mual sedikit ketika sore dan sehat walafiat bisa tetap beraktivitas seperti biasanya.

Hormones hit every woman differently. Pengalaman saya sendiri di trimester pertama, wajah saya jadi beruntusan, mood swing AKUT, cepat lelah dan ngantuk-an, dan jadi “nafsuan” *oops*. Beberapa wanita hamil muda suka mual ketika mencium parfum atau bau suaminya, nah kalau saya malahan rasanya tidak mau ditinggal suami saya. Maunya nempel mulu dan kalau dia lembur atau ninggalin saya sendirian, saya bisa bete maksimal. Makanya nih mau ditinggal 2 minggu ke Eropa saya udah nangis bombay *maaf lebay*.

Saya punya sedikit tips untuk teman-teman yang mungkin mengalami morning sickness: makanlah dalam porsi kecil tapi sering, banyak makan buah yang segar (kalau perlu dikulkasin biar dingin) dan minum air putih selalu 🙂

Mohon doanya ya teman-teman sekalian supaya #babybuy bisa berkembang sehat, pinter dan lancar sampai lahiran. 12 weeks down, 28 weeks to go!